SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA.. JIKA SAUDARA/I TERBANTU DENGAN BLOG INI SILAHKAN DI SHARE (CANTUMKAN SUMBERNYA YAA) MOHON UNTUK TIDAK SPAM DI KOMENTAR.. GOD BLESS YOU ALL

Telusuri

Showing posts with label Cerita Rohani Kristen. Show all posts
Showing posts with label Cerita Rohani Kristen. Show all posts

0 5 PERINGATAN BAGI YANG SEDANG DIBUTAKAN OLEH ASMARA

Friday, 13 June 2014
SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Berikut adalah tanda-tanda bahwa sebenarnya Anda sedang berada di dalam hubungan yang buruk :

1. Ada pelecehan seksual / kekerasan.

Ini adalah hal yang tampaknya tak berujung di dalam hubungan yang dijalin oleh manusia di bumi. Tak terhitung lagi berapa banyak wanita yang mengalami perlakuan buruk dari pria yang dekat dengan dirinya. Menariknya, tak sedikit wanita yang justru menerima pelecehan atau kekerasan seperti ini.

Padahal di dalam sebuah hubungan yang sehat harus ada saling respek dan mengasihi disana. Jadi, jika semenjak pacaran saja, orang yang dekat dengan Anda sudah melakukan pemukulan, mengatakan kata-kata kasar kepada Anda, segera tinggalkan ! Pikirkan, bila di masa saling perkenalan saja, ia sudah berbuat tidak baik kepada Anda, apalagi saat dia sudah menikah dengan Anda.

2. Hidup bersama.

Film-film Hollywood seringkali memperlihatkan dimana dua orang muda yang masih pacaran saja dengan mudahnya memutuskan untuk hidup bersama di dalam satu rumah. Padahal itu semua adalah tipuan. Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa perzinahan adalah sebuah dosa. Karena hubungan badan hanya dapat dilakukan oleh seorang suami dan seorang istri maka jika ini dilakukan di luar pernikahan maka hal tersebut adalah sebuah kekejian di hadapan Tuhan.

Sekali Anda jatuh di dalam dosa, maka kemungkinan besar Anda akan mengalaminya lagi. Perlu pertobatan yang sungguh-sungguh untuk dapat Anda bertahan dari keinginan dosa. Oleh sebab itu, jangan pernah membuka ruang bagi dosa untuk masuk ke dalam hidup Anda. Pagari senantiasa diri Anda dengan firman Tuhan karena dengan cara itulah Anda dapat terhindar dari segala jerat maut.

"Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri." (I Korintus 6:18)

3. Anda mulai ragu bahwa "Dia adalah orangnya".

Keraguan tidak pernah muncul tiba-tiba. Pasti ada proses atau peristiwa sebelumnya yang mengiringnya. Jika Anda sudah tidak 100 persen yakin bahwa untuk meneruskan hubungan Anda dengan dia, sebaiknya ambillah waktu keluar dari hubungan dan berdoa agar Tuhan jelas mengkonfirmasi mengenai diri si Dia.

Adalah lebih baik Anda istirahat sementara daripada terus menjalani tanpa rasa damai di dalam hati.

4. Sekeliling Anda tidak sreg dengan si Dia.

Tuhan terkadang memakai orang lain untuk menyatakan apa yang Dia ingin sampaikan kepada kita. Anda tidak boleh alergi dengan ini karena jika Anda benar-benar menghiraukan apa yang mereka katakan, Anda sedang dalam bahaya besar.

Hal-hal yang kurang mengenakkan yang mereka katakan dengan kasih tentang si Dia bisa jadi adalah memang sinyal dari Tuhan bahwa Anda harus memikirkan kembali lebih jauh dengan orang tersebut. 

5. Berpacaran dengan yang tidak seiman.

Kebanyakan orang Kristen yang menaruhkan hatinya kepada orang non-percaya berpikir bahwa hubungan yang akan dia jalani nanti adalah kesempatan terbaik untuk membawa orang itu kepada Tuhan Yesus. Jangan bodoh !

Tidak ada yang bisa menjadi jamin bahwa bersama Anda dia akan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya secara pribadi. Tuhan memberikan setiap orang kehendak bebas. Dia menunggu untuk diinginkan. Jadi, keselamatan seseorang tidak tergantung kepada Anda.

Jika Anda seorang percaya berkencan dengan orang yang belum diselamatkan, kencan Anda tidak hanya menolak Tuhan, tetapi juga Tuhan yang tinggal di dalam Anda. Setiap ikatan emosional Anda miliki terhadap orang yang tidak pada halaman rohani yang sama seperti Anda, atau sebaliknya, merupakan lampiran yang tidak sehat. Baca dan belajar dari orang-orang seperti Samson dari Alkitab, dan lakukan sekarang apa yang seharusnya Anda lakukan. Perhatikan Firman Allah, dan akan pasangan yang tidak seimbang. Oleh sebab itu, jika hubungan Anda sedang di dalam kondisi ini, jangan tunda-tunda segeralah putuskan dia dan lanjutkan kehidupan Anda.

"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" (2 Korintus 6:14)

Di dunia ini selalu terdapat pilihan. Begitu pun dengan apa yang akan saya katakan disini. Meski di sejumlah bagian artikel ini, Anda dorongan untuk melakukan sesuatu, tetapi semuanya berbalik lagi kepada Anda. Anda lah, penentu apakah ingin menjalin hubungan yang menyehatkan ataukah hubungan yang membawa hal buruk kepada Anda. Semua tergantung kepada Anda. Namun, jika boleh penulis memberikan nasihat kepada Anda, pilihlah hubungan yang menyehatkan karena itu tidak akan mengecewakan Anda. 


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 MILIKI HATI SEORANG PENYELESAI

SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Pernahkah Anda mengerjakan suatu proyek yang tidak kunjung selesai? Bukankah Anda menjadi frustasi dibuatnya? Bahkan orang lain yang melihat Anda pun ikut frustasi. Tuhan juga demikian sewaktu melihat masalah dan tantangan yang Anda hadapi tidak kunjung selesai.

Filipi 1:6
"Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus."

Tuhan mau Anda menyelesaikan tugas-tugas yang Dia telah berikan kepada Anda. Firman di atas menunjukkan keyakinan rasul Paulus akan hati penyelesai yang dimiliki oleh Yesus. Dia adalah Tuhan yang mau melihat anak-anak-Nya mencapai garis akhir dengan sukses.

Semenjak Anda lahir baru, Tuhan sudah menetapkan rencana dan destinasi ilahi-Nya bagi Anda.Tuhan membuang hati Anda yang keras, yang bermusuhan dengan Tuhan, dan memberikan hati yang baru, hati yang lembut di mana Roh Kudus berdiam. Sementara itu, ada bagian yang belum diperbaharui yaitu pikiran Anda.

Tuhan ingin kita mencapai kesuksesan. Tetapi kuncinya terletak pada seberapa banyak pikiran kita yang sejalan dengan pikiran Kristus. Yesus mempunyai hati dan pikiran seorang penyelesai. Dia tidak memulai sesuatu dan meninggalkannya setengah jalan. Sewaktu Anda bertekad untuk tidak menyerah dan terus bertekun, Anda sedang mengubah pola pikir dan hati Anda menjadi seperti pola pikir dan hati Yesus.

Ibrani 12:2 (KJV) "Looking unto Jesus the author and finisher of our faith; ...."

Kita ketahui, bahwa perjalanan menuju destinasi dan mencapai kesuksesan bukanlah perjalanan yang mulus. Musuh kita si setan akan mati-matian membuat kita menyerah dan berhenti bertekun. Tetapi kita bisa mengatasi semua masalah dan rintangan dengan cara fokus pada janji-janji Tuhan bagi kita.

Anda bisa belajar ketekunan dari tokoh-tokoh Alkitab seperti Musa. Musa dipilih Tuhan pada usia senja untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Dia mengalami masa yang sangat sulit pada saat menggembalakan umat Israel. Masalah demi masalah datang silih berganti. Tetapi dia tidak menyerah dan keluar dari pelayanannya, sebaliknya dia tetap bertekun untuk melihat bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian.

Kepada orang yang bertekun menyelesaikan sampai akhirnya, Tuhan berjanji bahwa orang itu akan mencapai destinasi yang dituju. Anda adalah umat perjanjian Allah. Allah mempunyai janji-janji yang harus Dia genapi apabila Anda melaksanakan perintah-perintah-Nya dan tetap setia pada tugas-tugas Anda.

Jadi, setiap kali Anda tergoda untuk menyerah, fokuskan pikiran Anda pada janji-janji Allah untuk Anda. Pegang erat-erat apa yang sudah Ia perkatakan tentang masa depan Anda. Milikilah pikiran dan hati penyelesai seperti hati Yesus. Sebab orang yang berjalan dengan Tuhan akan mencapai destinasinya!


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 ☞ BERHENTILAH MEREMEHKAN ORANG LAIN ☞

Thursday, 12 June 2014
SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Pada suatu hari, seorang anak masuk ke dalam rumah makan yang sangat terkenal dan mahal. Dia masuk seorang diri dan memakai pakaian biasa saja, tidak seperti anak-anak lain yang memakai pakaian yang bagus. Anak itu duduk di salah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan.

Seorang pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalumemberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk ke dalam rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.

“Berapa harga es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat?” tanya sang anak kecil.

Sang pelayan menjawab, “Lima puluh ribu,”

Anak kecil itu memasukkan tangan ke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya, “Kalau es krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat?”

Si pelayan mengerutkan kening, “Dua puluh ribu,”

Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “Kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat berapa?”

Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “Sepuluh ribu!”

Sang anak lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih!”

Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan suka cita. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.

“Semua sepuluh ribu bukan?” tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung ulang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “dan ini tips untuk Anda!” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan.

Ada kalanya kita tidak melihat apa yang melekat pada tubuh seseorang saja sebagai penilaian. Bukan hal yang bagus untuk meremehkan seseorang karena melihat penilaian dari luar, Anda tidak akan pernah tahu pada beberapa waktu yang akan datang, seseorang yang Anda remehkan bisa jadi merupakan pengantar berkat yang tak terduga.

Temukan saya di :



TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 Hidup Ini Untuk Apa?

Tuesday, 3 June 2014

Apa tujuan hidup Anda? Cobalah sejenak memikirkan, merenungkan, dan menggumuli pertanyaan itu. Itu penting agar hidup kita tidak seperti layangan putus, terombang-ambing.


Tuhan menciptakan dan memberi kita hidup, tentunya tidak sekedar untuk mati. Pasti ada misi bagi kita. Ada dua misi, yaitu misi individual dan misi universal. Misi universal yang berlaku bagi semua orang percaya adalah menjadi garam dan terang dunia.

Garam dapat mencegah pembusukan daging dan memberi cita rasa pada makanan. Orang romawi dulu bahkan menganggap garam sebagai benda paling bersih dan jernih, karena berasal dari dua benda yang juga paling bersih dan jernih, yaitu matahari dan laut. Karena itu, garam selalu dihubungkan dengan kemurnian.

Adapun Terang memampukan kita untuk membedakan jalan yang benar dan salah. Terang juga dapat menjadi alat penyelamatan. Dan banyak lagi manfaat terang. Bahkan sesungguhnya, tapa terang dunia, tidak akan pernah ada kehidupan.

Itulah misi kita yang sesungguhnya, menjadi garam dan terang. Apakah orang-orang di sekitar kita betul-betul bersyukur dengan kehadiran kita? Pertanyaan ini baik menjadi bahan intropeksi kita, untuk menilai sejauh mana kita sudah mengemban misi kita.

Ada seorang yang sejak muda sangat gigih untuk mengejar keberhasilan. Dan betul, ia berhasil. Ia tidak saja menjadi orang sangat kaya, tapi juga pandai dan punya jabatan tinggi. Semua orang terkagum-kagum dengan kesuksesannya. Tetapi, ketika ia sudah tua dan pensiun, ia menengok kehidupan yang sudah ia jalani, dan merasa sangat hampa. “Semua itu seperti usaha menjaring angin,” katanya, “sia-sia di atas segala kesia-siaan.”

Kita semua pada dasarnya sedang menunggu giliran untuk bertemu dengan kematian. Hari ini si Polan, kemarin si Pulin, besok entah siapa lagi. Suatu saat akan tiba giliran kita. Entah kapan, tetapi pasti. Pertanyaannya, apa yang akan dikenang orang ketika kita tiada? Akankah kita hilang dan dilupakan?

Ada cerita tentang seorang pria yang mempunyai 4 istri. Suatu saat pria itu sakit parah, dan sudah hampir mati. Ia ingin istrinya menemani sampai pada kematiannya. Maka, dipanggillah istri ke empat, wanita yang cantik jelita dan seksi.

“Istriku, aku akan mati. Temani aku, sampai aku mati,” pintanya.

“Menemanimu sampai mati? Tidak, aku tidak mau,” jawab si istri sambil pergi tanpa menoleh lagi kepadanya.

Istri ketiga dipanggil, wanita dengan berpenampilan modis dan trendy. Permintaan yang sama dia ajukan.

“Apa? Menemanimu sampai mati?” sahutnya. “Tidak mau. Lebih baik aku menikah lagi.”

Istri kedua dipanggil, wanita berpenampilan biasa. Kepadanyalah sang suami sering meminta pendapat tentang berbagai hal.

“Istriku, tak lama lagi aku akan mati, aku ingin sekali kamu ikut denganku,” pinta si suami.

“Aku tidak bisa sekalipun aku mau,” jawab si istri. “Aku hanya bisa menemanimu sampai lubang kubur.”

Terakhir, Istri pertama, wanita sederhana. Permintaan yang sama diajukan padanya,

“Suamiku,” jawab sang istri. “Tidak usah khawatir. Tanpa kamu minta, aku akan menyertaimu selamanya, bahkan sampai pada kematianmu.”

Pada dasarnya, kita memiliki empat “istri”. Yang pertama, tubuh jasmani kita. Betapa pun baiknya kita menjaga dan merawatnya, tubuh jasmani akan meninggalkan kita, hilang tanpa bekas.

Yang kedua adalah kekayaan dan jabatan. Ketika meninggal, kita tidak akan membawanya serta, dan justru akan beralih ke orang lain.

Ketiga adalah teman-teman, kerabat dekat, dan keluarga kita; seberapa pun besarnya kasih sayang mereka kepada kita, mereka hanya bisa mengantar kita sampai ke lubang kubur, tidak lebih.

Yang keempat adalah iman dan karya kita selama hidup didunia, yang akan menyertai kita sampai mati.

Maka, benarlah kata pepatah, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, sedang manusia mati meninggalkan karya; Karya untuk Tuhan dan sesama. Dengan menjadi garam dan terang dunia; kita dapat membuat dunia ini lebih baik.
Read more

0 RAHASIA SUKACITA

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Flp. 4:7.


Ada sebuah kisah kuno dari Tiongkok:

Ada seorang petani tua yang memiliki seekor kuda yang digunakan untuk mengolah ladangnya. Suatu hari kuda tersebut melarikan diri di bukit-bukit dan ketika para tetangganya mendengar berita itu, mereka bersimpati kepada orang tua atas nasib buruknya. Namun jawab si petani itu, "Nasib buruk? Nasib baik? Siapa yang tahu?"

Seminggu kemudian, kuda itu kembali dengan membawa kawanan kuda liar dari pegunungan dan kali ini para tetangga mengucapkan selamat kepada petani tua akan keberuntungannya. "Nasib baik? Nasib buruk? Siapa yang tahu?" kata si petani tua itu.

Kemudian, ketika anak si petani tua itu berusaha menjinakkan salah satu kuda liar, ia terjatuh dari punggung kuda itu dan kakinya patah. Semua tetangganya kembali setuju bahwa ini adalah sebuah keberuntungan yang sangat buruk. Petani itu menjawab, "Nasib buruk? Nasib baik? Siapa yang tahu?"

Beberapa minggu kemudian, tentara dari pemerintah masuk ke desa-desa dan memaksa setiap pemuda yang berbadan sehat untuk pergi berperang dalam perang yang berdarah. Ketika mereka melihat bahwa anak petani tua ini mengalami patah kaki, mereka tidak memilihinya. Beberapa minggu setelah peperangan, ada berita bahwa banyak anak-anak dari tetangga si petani tua itu berguguran di medan perang. Semua penduduk desa itu bersedih hati dan berkata kepada si petani tua itu sangat beruntung bahwa anaknya tidak ikut dalam perang. Petani tua itu kembali menjawab, "Nasib baik? Nasib buruk? Siapa yang tahu?"


THINGS TO LEARN:

Kejadian dalam kehidupan kita ini mirip kisah di atas. Kadang sepertinya segala sesuatu berjalan lancar sebagaimana mestinya, namun di lain waktu, segala sesuatu berjalan di dalam situasi yang buruk. Nah, pertanyaannya apakah kita membiarkan perasaan 'up and down' karena keadaan semacam itu mendikte kehidupan dan cara pandang kita terhadap kehidupan ini? Apakah ketika segala sesuatu berjalan dengan baik, lalu perasaan kita menjadi sukacita dan berpikir Immanuel - Tuhan beserta kita? Tapi jika sebaliknya, ketika kita sedang dalam situasi yang buruk, lalu perasaan kita menjadi patah semangat dan berpikir bahwa Tuhan meninggalkan kita?

Lagi-lagi kita belajar dari rasul Paulus di dalam Filipi 4. Rasul Paulus telah belajar untuk bersukacita (ay. 4 - Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!), bahkan dia mengalami damai sejahtera dalam semua keadaan (ay. 7). Rasul Paulus bersukacita ketika hal-hal baik terjadi dalam hidupnya, namun dia pun bersukacita ketika hal-hal buruk itu terjadi - ingat, waktu dia menulis surat kepada jemaat di Filipi, mereka sedang terancam aniaya dan dia sedang di dalam penjara. Sepertinya anjuran nats di atas tidak realistis dan mustahil untuk dilakukan, tetapi perintah ini dianjurkan (ay. 4) oleh rasul Paulus, saat dia mengalami penderitaan!

Mengapa rasul Paulus bisa mengalami kebahagiaan dan sukacita yang luar biasa? Karena rasul Paulus mempunyai damai sejahtera dari TUHAN, yang melampaui segala akal, di dalam Kristus Yesus. Sukacitanya tidak tergantung pada situasi baik maupun buruk, sukacitanya tidak tergantung pada peristiwa-peristiwa yang dialaminya. Tapi sukacita yang keluar dari hati, jiwa dan pikiran yang telah dipenuhi damai sejahtera TUHAN Yesus Kristus.

Persoalan hidup bisa saja membebani kita secara fisik, emosi dan rohani, namun saat kita belajar mempercayai TUHAN, maka kita dapat memiliki kedamaian yang tidak hanya melampaui segala pemahaman, tetapi juga mengatasi kecemasan kita, karena TUHAN telah membuat hati, jiwa dan pikiran kita menjadi tenang. Sehingga kita dapat berkata, bahwa segala sesuatu TUHAN turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia ( Roma 8:28 ). - Nah, pertanyaan terakhir, apakah kita sekarang telah memiliki damai sejahtera dari TUHAN YESUS KRISTUS, seperti rasul Paulus?



WISDOM WORDS:

"Di dalam Alkitab tidak pernah dituliskan, bahwa sukacita itu tergantung pada situasi dan peristiwa."

"Situasi di mana Anda hidup tidak harus hidup dalam Anda."
Read more

0 LEBIH BAIK .....

Lebih baik berlindung pada TUHAN 

dari pada percaya kepada manusia.

(MAZMUR.118:8)


Ayat di atas memang istimewa, bagaimana tidak ? coba telusuri fakta ini

* Mazmur 118 adalah pasal yang berada pada posisi paling tengah dalam seluruh Alkitab. Sebelum dan sesudahnya terdapat masing-masing 594 pasal.


* Mazmur 118 ini di apit oleh Mazmur 117 dan Mazmur 119. Dan tahukah anda, Mazmur 117 adalah pasal terpendek dalam seluruh Alkitab, sedangkan Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dalam seluruh Alkitab.


* Apabila seluruh pasal di jumlahkan, keculai Mazmur 118, maka akan ditemukan jumlah 1188 pasal.


* 1188 atau Mazmur 118:8 adalah ayat yang tepat berada di tengah-tengah Alkitab (Alkitab versi KJV)

Nah… sudah sepantasnya jika ayat yang berada pada posisi istimewa juga mengandung pesan yang istimewa juga. Bukankah sikap hidup yang lebih mempercayakan diri kepada Allah daripada kepada manusia merupakan thema utama Alkitab ? Luar biasa…..

Alkitab juga mencatat pesan-pesan menarik terkait dengan prioritas hidup. Banyak orang berpikir bahwa prioritas hidup terkait dengan “3 Ta” , yaitu Harta, Tahta dan Wanita/pasangan hidup. Benarkah demikian ? Ada banyak bagian Alkitab yang mengajarkan kebijakan, kebajikan dan prioritas hidup. Sebagai contoh, mari renungkan beberapa kutipan hikmat dari satu kitab saja, yaitu Kitab Amsal, dan tentukan sikap dan prioritasmu !


HIKMAT AMSAL

Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan. (Amsal 12:9)


Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. (Amsal 15:16)


Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian. (Amsal 15:17)


Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan. (Amsal 16:8)


Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak. (Amsal 16:19)


Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan. (Amsal 17:1)


Lebih baik berjumpa dengan beruang betina yang kehilangan anak, dari pada dengan orang bebal dengan kebodohannya. (Amsal 17:12)


Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal. (Amsal 19:1)


Lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.(karena Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya) (Amsal 19:22)


Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar. (Amsal 21:9 ; Amsal 25:24)


Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah. (Amsal 21:19)


Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang Lebih baik dari pada perak dan emas. (Amsal 22:1)


Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi. (Amsal 27:5)


Lebih baik tetangga yang dekat dari pada saudara yang jauh. (Amsal 27:10)


Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya dari pada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya. (Amsal 28:6)
Read more

0 Anda disayang Tuhan?

*** SEMUA ORANG YANG DIPIMPIN ROH ALLAH, ADALAH ANAK ALLAH***


(Roma 8 : 14)

Tidak mudah menjadi anak Allah, dan sangat mudah menjadi anak Iblis?
Sangat sulit dipahami menjadi anak Allah, dan sangat mudah dimengerti menjadi anak Iblis.
Banyak larangan menjadi anak Allah, dan banyak sekali godaan menggiurkan menjadi anak Iblis.
......

Pilih mana saudara?

Kriteria anak Allah?

1. Hidup Kudus
Itu adalah harga mati, hidup kudus! Mengapa harus hidup kudus? karena Bapa kita kudus.
" Kuduslah kamu, karena Aku kudus" (1 Petrus 1:16)

" Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia didalam hatinya" (Matius 5:28).

Hidup kudus memang tidak mudah, namun dengan kekudusan kita akan menikmati janji Allah yang begitu dahsyat dan ajaib. Dengan kekudusan Anda dan saya akan memiliki kuasa yang dahyat. Kuasa untuk mendakan orang sakit sembuh, mengusir roh iblis dalam nama Yesus, menjadikan suatu berhasil, dsb. Itu semua karena Roh Kudus berkenan pada orang yang kudus.

2. Berani diproses oleh Tuhan.
Hal ini juga tidak mudah, karena proses dari Tuhan kadang itu sakit, menderita..namun hasilnya jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan.
Seperti bongkahan tanah berlian yang snagat kotor dari gunung yang disaring kemudian dibakar dengan suhu yang sangat tinggi serta diproses sedemikian rupa dan akhirnya menghasilkan sekecil berlian yang berkilau dan tentu saja mahal harganya. Begitulah hidup kita, diproses Tuhan sedemikian rupa untuk menjadi anak yang unggul, berkualitas super.
Barang saja ada kualitasnya,mulai darim kualitas 1,2,3, super..apalagi hidup manusia lebih dari berang kualitas super sekalipun.
" Barang siapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah" (Wahyu 3:19)

3. Selalu mencari Bapanya.
Dikatakan anak adalah jika anak tersebut mencari bapanya. Bapa juga selalu mencari anaknya.
" Carilah dulu kerajaan Allah maka semuanya akan ditambahkan bagimu"
(Matius 6:33) .
Mau sukses berkelimpahan, berkat kemakmuran dll, carilah Tuhan Yesus, karena Dia yang Maha Kaya sanggup memberikan apapun yang kamu ingini bagi siapa yang berkenan di hadapaNya.

Siap menjadi Anak Allah?

Mengapa kita harus menjadi anak Allah?
1.Kita harus mendapatkan bagian dari Janji Allah
" Takutlah akan Tuhan, hai orang-orangNya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!" (Mazmur 34:10)
Tidak sekalipun Tuhan menginginkan saudara berkekurangan, semua akan dicukupkan bagimu agar nama Tuhan dipermuliakan.

2. Damai Sejahtera akan dicurahkan
" Tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik" (Yesaya 48:22)
Buat apa kaya tetapi keluarga berantakan
Buat apa mempunyai segalanya tetapi hati selalu gelisah
Buat apa memiliki dunia kalau tidak bisa menikmatinya dengan suka cita

3. Melindungi Anda dari Iblis
Iblis tugasnya adalah : Mencuri, Membunuh dan Membinasakan
Jangan tertipu oleh godaan Iblis yang seba Instan: kaya instan, sukses instan bisa-bisa makannya mie instan terus pada akhirnya. Iblis bisa memberikan apapun yang Anda mau tapi ingatlah Iblis bukan sumber berkat jadi pada akhirnya apa yang diterima dari Iblis harus dikembalikan dengan penebusan ayng justru membuat manusia tidak berdaya sama sekali. Itulah janji Iblis: Enak didepan, mati belakangan (NARKOBA).

Janji Tuhan : Kelimpahan yang KEKAL.
" Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinaskan, aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyai dalam segala kelimpahan" (Yohanes 10:10)

Kesimpulan :
Berhati-hatilah dan berjaga-jagalah terhadap segala tipuan dari Iblis, karena anak dari Iblis adalah penghuni Neraka dan api yang kekal, dan Dengan menjadi anak Allah, maka rumah yang kekal akan disiapkan Anda dan saya di Surga yang indah.

Buat keputusan sekarang! Terima Yesus sebagai Juru selamat yang sanggup menyelamatkan Anda dan Saya.
" Tak berkesudahan kasih setia Tuha, tak habis-habisNya, rahmatnya baru setiap pagi; besar kesetiaanMu ! "
(Ratapan 3 : 22-23)

***********************************************************************************************
Hubungi kami segera bagi Saudara atau Keluarga saudara yang belum Yesus sebagai Juru Selamat. Kami akan membantu Saudara. Satu orang percaya Tuhan seluruh anggota keluarga diselamatan.
Tidak ada kata terlambat. Tidak ada dosa sebesar apapun yang tidak diampuni Tuhan jika Anda datang kepadaNya.
Kerajaan Allah sudah teramat sangat dekat, segera terima keselamatan dan janjiNya sekarang juga.
Yang sakit akan disembuhkan, yang miskin akan diperkaya, yang berbeban berat akan dipulihkan.

Siap menjadi berkat dan diberkati?
Read more

0 Beda Memberi Roti Dan Menabur Benih

Banyak orang bergumul dalam pertempuran hebat untuk mengatasi kesulitan keuangan. Apa pun yang mereka lakukan, mereka tak pernah bisa mengatasinya. Mereka bekerja keras mencari penghasilan yang tak pernah mencukupi. Masalahnya, mereka memakan benih itu sendiri dan bukan menaburnya kembali bagi Tuhan. Bila tidak ada yang ditaburkan, otomatis tak ada yang bisa dipanen.

Cukup dengan berjalan dari rumah ke rumah saja, Anda akan bisa melihat benih yang telah ditaburkan. Gaya hidup mereka menunjukkan bahwa mereka menggunakan benih mereka untuk kesenangan sesaat. Bukannya mereka tak mampu menyimpan dan menabur; mereka cuma tak melakukannya. Saya melihat banyak orang muda berlalu lalang sambil sibuk mengobrol di telepon seluler padahal mereka ini berada dalam bayangan kemiskinan (dan saya yakin mereka bukan konglomerat yang menelpon untuk urusan bisnis).

Mereka menabur benih dengan cara yang tak menghasilkan. Lebih banyak lagi benih terbuang sia-sia pada akhir bulan ketika tagihan telepon datang. Karena semua benih telah habis terpakai, akhirnya mereka tidak bisa membayar tagihan, dan seperti orang bodoh berbicara dengan telpon yang tak aktif lagi.

Menyumbang uang untuk kegiatan yang positif atau pada pengkhotbah di televisi atau pada orang miskin juga tak cukup. Yesus tak pernah tergerak oleh kebutuhan, karena Ia hanya menjalankan perintah BapaNya. Benih kita ditabur dalam Kerajaan Allah melalui gereja lokal.

Kepada orang miskin kita tak memberi benih, tetapi membagi hasil panen (roti). Alkitab berkata agar kita memberikan roti kepada orang miskin (lihat Yesaya 58:7). Roti adalah apa yang kita miliki di rumah kita, benih adalah milik Tuhan. Benih adalah apa yang kita tabur. Anda tidak bisa memberikan perpuluhan kepada orang miskin dan mengharap panen. Anda bisa memberikan roti hasil panen kepada orang miskin dan Tuhan akan melipatgandakannya. Tetapi bila Anda memberikan benih kepada orang miskin, mereka akan memakannya dan tidak ada lagi untuk ditanam.

Taburlah benih pada hal-hal yang bisa berlipat ganda dengan sendirinya. Bila Anda tidak menabur benih, hari esok Anda akan menjadi sama dengan hari ini. Hanya benih yang ditaburkan yang dapat dibuat bertambah banyak oleh Allah.



TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 Jarak Antara Masalah Dan Solusi

Friday, 9 May 2014
Jarak paling jauh antara masalah dengan solusi hanyalah sejauh lutut dengan lantai. Orang yang berlutut pada TUHANbisa berdiri untuk melakukan apapun !

Iman yang kecil bilang: TUHAN bisa melakukannya.
Iman yang besar bilang: TUHAN akan melakukannya.
Tapi IMAN YANG DAHSYAT bilang: SUDAH DILAKUKAN !

Hidup bisa memberi kita 100 alasan buat menangis, tapi TUHAN memberi kita 1000 alasan untuk tersenyum.

Cinta bisa buat orang bahagia; uang bisa buat dunia berputar; tapi sahabat... ah, itu yang buat hidup lebih hidup.

Penyesalan sehari bila masak nasi menjadi bubur, penyesalan sebulan bila salah potong rambut, penyesalan setahun bila tidak lulus, penyesalan seumur hidup bila salah pilih pasangan hidup, penyesalan selamanya bila salah pilih JURU SELAMAT. Maka janganlah pindah ke iman yang lain selain TUHAN YESUS.

Sejauh mana engkau mau TUHAN campur tangan dalam hidupmu, maka sejauh itulah Dia akan campur tangan dalam hidupmu...

Seorang Sahabat Menaruh Kasih Setiap waktu dan menjadi Saudara dalam Kesukaran.

TUHAN selalu ngasih harapan pada yang ngga menyerah, mujizat pada yang percaya dan DIA tidak meninggalkan mereka yang berjalan bersamaNYA.

Ukuran bagi TUHAN sudah jelas, jika anda tidak memiliki hutang, anda lebih kaya dari orang yang memiliki hutang, Titik !

TUHAN adalah seperti seorang pandai besi yang sedang membuat pedang. Pedangnya adalah kita.

Di dalam hidup ini kita akan banyak menemui kegagalan karena itulah yang namanya hidup...

Namun, dari kegagalan itu kita dapat belajar terus untuk meperoleh keberhasilan...

Orang yang gagal adalah orang yang takut dan tidak pernah mencoba untuk melakukan segala sesuatu karena takut akan kegagalan itu sendiri..

GOD Bless you all forever and ever...




TUHAN YESUS MEMBERKATI

Read more

0 Servis Rutin Kehidupan

karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;" (Kolose 3:9-10)

Jika Anda memiliki sebuah kendaraan baik berupa sebuah mobil atau motor, Anda pasti akan melakukan servis rutin ke bengkel. Mengganti olinya secara teratur, merawat dan menjaga agar kendaraan Anda dalam kondisi yang prima.

Banyak orang menjaga dan merawat benda-benda yang mereka miliki supaya kondisinya tetap baik. Namun sedikit orang yang ingat untuk menjaga dan merawat dirinya, terutama karakternya agar tetap dalam kondisi yang prima.

Apakah Anda melakukan cek rutin terhadap karakter Anda? Apakah Anda selalu mengingat untuk memperbaharui jiwa dan roh Anda sehingga bisa menjalani kehidupan dengan maksimal?

Mungkin Anda akan berkata, "Wah.. saya tak pernah memikirkan semua itu..!" Atau, "Saya kadang melakukannya..."

Apapan jawaban Anda, hari ini Anda diingatkan bahwa melakukan pemeriksaan rutin atas karakter Anda dan memperbarui diri Anda karena hal itu adalah sesuatu yang vital, sama pentingnya seperti check up ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh Anda.

Bagaimana cara untuk melalukan check up karakter Anda?

1. Dimulai dengan kejujuran.

Sebuah perbaikan hanya bisa dilakukan saat kita mau mengakui dengan jujur kelemahan-kelemahan kita. Merasa diri sudah cukup baik, dan menolak kritikan adalah sebuah kebodohan. Dengan cara itu Anda bukan membohongi orang lain, Anda membohongi diri Anda sendiri.

2. Carilah umpan balik dari orang lain.

Temuilah orang-orang terdekat Anda, dan mintalah umpan balik dari mereka. Merekalah cermin Anda, melalui mereka Anda bisa melihat apa yang baik dan buruk dari diri Anda. Ucapkan terima kasih atas perhatian orang-orang tersebut pada Anda.

3. Ukurlah integritas Anda.

Pelajarilah area yang paling penting dalam hidup Anda dan ukurlah integritas Anda. Coba tanyakan beberapa pertanyaan ini pada diri Anda:

• Apakah saya menepati janji saya pada diri Anda sendiri?
• Apakah saya menepati kesepakatan saya pada diri saya sendiri?
• Apakah saya sungguh-sungguh menerapkan nilai-nilai yang saya percayai?

4. Milikilah waktu untuk meditasi.

Waktu tenang dimana Anda bisa berhubungan dengan Tuhan dan melihat ke dalam diri Anda, akan sangat penting untuk kesehatan jiwa Anda. Di waktu tenang ini, roh Anda diperbaharui dan Anda dapat merefleksi hal-hal yang perlu Anda ubah dalam hidup Anda. Ijinkan Tuhan berbicara pada Anda, dan memberikan tuntunan.

Jangan lupa merawat diri Anda sendiri, pastikan Anda dalam kondisi yang prima saat menjalani hari-hari Anda.



TUHAN YESUS MEMBERKATI


Read more