“Sama
seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan
untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang“, (Matius 20:28).
Hari Natal bagi umat Kristen merupakan perayaan lahirnya
Yesus sang juru selamat dan penebus dosa umat manusia yang menjadi teladan dari
sebuah kesempurnaan hidup surgawi. Natal biasanya di isi dengan berbagai macam
kegiatan yang penuh keceriaan seperti belanja maupun berkumpul bersama sanak
famili.
Namun, Esensi Natal seyogianya tidak hanya berisi
kesenangan lahiriah semata dimana umat manusia begitu berbahagia dalam
rangkaian penyambutan dan peringatan lahirnya sang raja damai, namun selain itu
ada pesan nyata yang disampaikan oleh Kristus bahwa melayani sesama manusia
adalah bagian dari pekerjaan-Nya datang kedunia. Kita diharuskan menjadi
saluran berkat bagi orang lain (Blessed to be Blessing) sebab kita telah
diberkati terlebih dahulu.
Tuhan Yesus telah terlebih dahulu datang sebagai pelayan
bagi umat manusia. Oleh karena itu hendaknya kita sebagai anak-anak Tuhan juga
meneladani Kristus dan rela menolong dan melayani sesama manusia sebagai wujud
syukur karena kita telah diselamatan dan sebagai aplikasi dalam hidup berbangsa
dan bernegara. Hal itu patut dikerjakan oleh umat manusia yang percaya dan
menerima Kristus sebagai juru selamatnya.
Banyak hal dapat di lakukan menjelang Natal terlebih
dalam melayani dan menolong sesama manusia. Jangan hidup hedonis dan
mementingkan diri sendiri sebabg begitu banyak kaum tertindas, kaum papa bahkan
korban bencana alam disekitar kita yang sangat membutuhkan pertolongan, oleh
karena itu mari ulurkan tangan kita untuk membantu mereka.
Salah satu kegiatan positif dalam menolong dan melayani
sesama manusia adalah dengan memperhatikan anak jalanan. Begitu banyak anak
jalanan disekitar kita bahkan di pinggir-pinggir jalan yang sangat membutuhkan
pertolongan kita. Mereka memerlukan pertolongan bagi jiwa mereka yang tidak mempunyai
arah dan tujuan. Selain itu membentuk komunitas bagi mereka akan sangat
bermanfaat.
Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah berbaur dengan
pengungsi yang sedang tertimpa bencana alam. Dan terkhusus untuk daerah saya
Sumatera Utara saat ini sedang terjadi bencana gunung meletus yaitu gunung
Sinabung dan banjir yang melanda beberapa kabupaten di SUMUT, tentunya mereka
memerlukan tangan-tangan yang bersedia berbagi cerita dan memberi pertolongan
bagi mereka.
Dan yang terakhir sebuah kegiatan positif menjelang Natal
dan Tahun baru adalah menjalin kebersamaan dan silaturahmi dengan warga yang
berbeda agama dan keyakinan. Hal ini penting bagi rakyat Indonesia yang
pluralis dan hidup ditengah beragam suku bahasa dan agama. Hal ini diharapkan
dapat menjauhkan hal-hal negatif yang dapat memecah dan merusak persatuan
bangsa. Dan dengan kegiatan positif yang bermanfaat akan memberi dampak bagi
banyak orang yang membutuhkan pelayanan dan pertolongan sehingga
kegiatan-kegiatan positif lebih bermanfaat dalam mencapai kehidupan yang lebih
baik daripada sekedar hura-hura.
Momentum menjelang Natal dan Tahun baru tidak hanya
sebagai ajang belanja dan foya-foya melainkan dapat dijadikan sebagai pijakan
dalam memperhatikan kondisi anak jalanan dan korban bencana yang kehidupannya
masih belum layak. selain itu bermisi Holistik juga penting dan menjalin
silaturahmi. Maka dari itu mari melihat kondisi mereka dan mengulurkan tangan
bagi mereka, sehingga kita sebagai anak-anak Tuhan yang telah menerima berkat
anugerah keselamatan dapat menjadi saluran berkat juga bagi orang lain (Blessed
to be Blessing). Salam damai Natal.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Temukan saya di :
- Facebook klik >> Add saya dong...
- Twitter klik >> Follow me


0 comments:
Post a Comment