SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA.. JIKA SAUDARA/I TERBANTU DENGAN BLOG INI SILAHKAN DI SHARE (CANTUMKAN SUMBERNYA YAA) MOHON UNTUK TIDAK SPAM DI KOMENTAR.. GOD BLESS YOU ALL

Telusuri

Showing posts with label Renungan Harian. Show all posts
Showing posts with label Renungan Harian. Show all posts

0 RENUNGAN HARIAN KRISTEN "SUATU MALAM DI BETLEHEM"

Wednesday, 16 December 2015
SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

"Jangan takut hai tanah, bersorak-soraklah dan bersukacitalah, sebab juga Tuhan telah melakukan perkara yang besar!" (Yoel 2:21)
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 27; Lukas 3; Ayub 34-35
Di malam Natal yang pertama kalinya, tidak ada lampu berwarna cerah di rumah siapapun. Tidak ada stoking tergantung secara teratur atau tanduk rusa yang menari-nari di kepala anak-anak. Suasana itu terjadi di suatu malam di Betlehem. Sensus penduduk yang diperintahkan oleh Kaisar kepada setiap warga saat itu telah mengubah sejarah Betlehem.
Seluruh warga Israel hidup pada masa sejarah yang sangat menakutkan. Mereka hidup di bawah tiran Raja Herodes yang gemar mengeksekusi siapapun yang diiginkannya. Sementara, orang Yahudi tinggal di wilayah tersebut. Bangsa Romawi telah menguasai negara mereka, sehingga mereka tak lagi bebas hidup dan melakukan apa yang mereka mau. Mereka terus menerus bertanya apakah bangsa Roma akan pergi dan kekerasan di bangsanya akan berhenti? Apakah dunia mereka akan berubah? Lalu tiba-tiba malaikat Tuhan menampakkan diri kepada gembala dan meyakinkan mereka agar tidak takut: Jangan takut!
Banyak kondisi dan situasi yang membuat manusia takut akhir-akhir ini. Kita sering mendengar tentang tragedi mengerikan di dunia. Kejadian-kejadian itu berkamuflase menjadi perasaan-perasaan takut dalam hidup kita. Adapula ketakutan pribadi, baik tentang kesehatan, keluarga, pekerjaan, jodoh, dan masa depan. Banyak hal tentang hidup yang melintas dibenak kita. Namun, suatu malam di Betlehem itu telah mengubah segalanya. Natal hadir sebagai pesan suka cita bahwa kehidupan kita telah dijamin oleh Anak Domba Allah, yaitu Yesus Kristus. Pesan Natal yang pertama hingga saat ini tetap sama, yaitu agar kita tidak takut. Sebab Yesus telah lahir sebagai pembawa suka cita besar bagi dunia.

NATAL TELAH MENGHAPUSKAN SEGALA RASA TAKUT DAN MENGGANTINYA DENGAN SUKACITA.

Temukan saya di :

1. Facebook klik >> Add saya dong...
2. Twitter klik >> Follow me


TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 RENUNGAN HARIAN KRISTEN "MENJADI BERKAT DI MASA KERING"

Tuesday, 15 December 2015
SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Baca Firman TUHAN di 1 Raja-Raja 17:7-24
"Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar." (1 Raja-Raja 17:24)
Ketika mengalami masalah berat umumnya kita langsung menyerah pada keadaan, tidak mau berbuat sesuatu, hanya diam di tempat dan mengasihani diri sendiri. Kita jadi malas berdoa, ogah baca Alkitab dan tidak semangat beribadah. Ini salah besar! Jika ingin keadaan berubah kita pun harus berani membuat perubahan.
Pada waktu Elia mengalami masalah berat karena sungat Kerit yang mengering ia mau melangkah menaati perintah Tuhan, padahal sungai Kerit sudah menjadi zona nyaman baginya. Elia meninggalkan zona nyaman itu dengan perintah Tuhan: "...pergi ke Sarfat, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan." (1 Raja-Raja 17:9). Ingin dipulihkan Tuhan? Kita harus berani meninggalkan zona nyaman kita. Sesungguhnya Elia punya alasan kuat kuatir pergi ke Sarfat, karena Sarfat adalah wilayah Sidon, sedangkan raja Sidon adalah orang tua Izabel. Tapi Tuhan justru menyuruh Elia tinggal di Sidon. Kata tinggal berarti berada di tempat itu dalam kurun waktu tertentu. Jadi meski kuatir, Elia tetap mengikuti kehendak Tuhan.
Hari-hari ini banyak orang kuatir akan masa depan hidupnya karena naiknya harga harga lebutuhan pokok yang secara otomatis berdampak pada naiknya harga kebutuhan hidup lainnya. Kata-kata yang ada di pikiran kita hanyalah: tidak mungkin, mustahil, apa bisa; karena segala sesuatu kita ukur dengan logika kita. Terkadang perintah Tuhan sangat tidak masuk akal, namun ketika kita taat kita akan melihat perkara-perkara ajaib dinyatakan. Di Sarfat Elia diutus Tuhan untuk menemui janda miskin yang hanya mempunyai segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Meski ia sendiri berada dalam kesulitan Elia tetap melangkah mengerjakan tugasnya, bahkan ia mampu menguatkan orang lain dan menjadi saluran berkat. "Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." (1 Raja-Raja 17:14).
KETAATAN DAN KETIDAKKUATIRAN ADALAH KUNCI MENGUBAH SITUASI YANG BURUK MENJADI PENUH BERKAT !!

Temukan saya di :

1. Facebook klik >> Add saya dong...
2. Twitter klik >> Follow me


TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 RENUNGAN HARIAN KRISTEN "KEBOHONGAN VERSUS KEBENARAN"

Monday, 14 December 2015
SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...
Bukankah engkau dan aku dihadapan pada situasi yang pelik untuk menytakan KEBENARAN atau BERBOHONG kepada orang apalagi kepada seorang saudara atau teman.
Berbohong, walaupun "bohong kecil" itu tetap BOHONG!
Sekali kita bohongin orang, dia akan selalu akan itu bila ketemu kita and he will never trust you, dan kitapun akan ingat bahwa kita telah berbohong ,dan selalu menghindar atau " buang muka" Kata seorang anak kecil :
hati-hati kalau buang muka, nanti jatuh ketempat" sampah atau lumpur"
Ambil keputusan untuk menyatakan KEBENARAN walapun itu kurang menyenangkan orang. Kita bisa dan kuat bila meminta kepada Tuhan untuk "mengawasi mulut dan berjaga pada pintu bibir kita" (Mazmur 141:3) dan itu akan memelihara kita dari kesukaran (Amsal 21:23)

Have a good day guys.
" Tel the THRUTH, what ever the consequense is ",

Temukan saya di :

1. Facebook klik >> Add saya dong...
2. Twitter klik >> Follow me


TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 RENUNGAN HARIAN KRISTEN "JANGAN PERNAH PERMAINKAN TUHAN"

Tatkala Eli menjabat sebagai imam di Israel, orang-orang Israel sedang dalam situasi yang genting karena mereka mendapat serangan dari bangsa Filistin, dan dalam pertempuran tersebut mereka seringkali harus menelan pil kekalahan. Menyadari hal itu tua-tua Israel pun mengusulkan supaya mereka membawa tabut perjanjian Tuhan dari Silo ke tengah-tengah perkemahan mereka dengan harapan bahwa dengan mengandalkan tabut perjanjian tersebut bangsa Israel dapat mengalahkan musuh.
Tetapi faktanya? Bangsa Israel justru mengalami kekalahan yang jauh lebih besar, "...dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki." (ayat 10). Bangsa Israel bukan hanya gagal memperoleh kemenangan dengan adanya tabut perjanjian tersebut, bahkan tabut perjanjian itu juga dirampas oleh musuh, ibarat peribahasa 'sudah jatuh tertimpa tangga pula.'
Mengapa hal itu terjadi? Bukankah tabut perjanjian adalah lambang kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat-Nya? Bangsa Israel mengira bahwa tabut perjanjian itu akan menjadi jaminan bahwa Tuhan berkenan menyatakan kebesaran dan kuasa-Nya tanpa syarat. Apakah dengan kekalahan ini berarti Tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan yang gagal dan tidak punya kuasa? Sekali-kali tidak! Kegagalan bangsa Israel sama sekali bukanlah kegagalan tabut perjanjian atau kegagalan Tuhan. Kegagalan terjadi karena mereka telah menyalahgunakan tabut perjanjian Tuhan. Mereka hanya memanfaatkan dan memperalat tabut perjanjian Tuhan di kala perlu saja.
Bangsa Israel menderita kekalahan karena mereka tidak hidup dalam ketaatan dan cenderung menyepelekan Tuhan. Menurut peraturan, sebelum mengangkut tabut perjanjian Tuhan para imam harus terlebih dahulu mempersembahkan korban bakaran. Setelah berdoa mereka baru mengangkut tabut perjanjian itu dengan hati-hati dan penuh hormat. Namun dalam peristiwa itu tabut perjanjian tersebut malah diangkut oleh dua anak imam Eli yaitu Hofni dan Pinehas. Tentang kehidupan anak-anak imam Eli ini Alkitab dengan jelas mencatat: "Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN," (1 Samuel 2:12).
Selaku imam, kelakuan Hofni dan Pinehas benar-benar kelewatan, bahkan Alkitab menyebut keduanya sebagai orang-orang dursila, berkelakuan jahat. Mereka telah menyalahgunakan jabatannya sebagai imam hanya untuk memuaskan hawa nafsu dan keinginan daging mereka. Sementara Eli (ayahnya), selaku imam besar, tetap saja bersikap lunak dan tidak mendisiplinkan anak-anaknya dengan keras, padahal ia melihat dengan mata kepala sendiri perbuatan anak-anaknya. Selaku imam besar seharusnya ia berwenang memecat mereka dari jabatan sebagai imam.
Kisah hari ini menunjukkan bahwa umat Israel sudah tidak lagi menghormati Tuhan dan menganggap remeh kekudusan-Nya. Padahal firman-Nya berkata, "...hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." (1 Petrus 1:15-16). Tetapi begitu menghadapi situasi genting dan terdesak mereka baru teringat kepada tabut perjanjian Tuhan; mereka mencari Tuhan dan memanfaatkan Dia hanya sebagai pemenuh kebutuhan belaka. Dengan membawa tabut perjanjian ke tengah-tengah perkemahan mereka berharap Tuhan segera turun tangan dan menolong mereka. Namun yang terjadi justru sebaliknya! Murka Tuhan datang! Akibatnya mereka mengalami kekalahan yang memalukan dan dipecundangi oleh bangsa Filistin.
Di zaman sekarang ini banyak orang Kristen berlaku seperti bangsa Israel. Mereka berani memanfaatkan Tuhan. Ketika mengalami masalah berat mereka tampak giat beribadah dan berdoa, tapi begitu masalahnya beres secepat kilat pula mereka meninggalkan Tuhan, kemudian kembali hidup dalam ketidaktaatan. Ada pula yang berani 'menyogok' Tuhan dengan berbagai macam persembahan dengan harapan Tuhan memuluskan proyek bisnisnya. Ibadah dan pelayanan yang disertai motivasi tidak benar adalah jahat di mata Tuhan. Tuhan menghendaki kita beribadah dan melayani Dia dengan hati yang tulus karena mengasihi-Nya, bukan karena maksud-maksud terselubung; inilah yang akan mendatangkan berkat.
Tuhan tidak bisa dimanfaatkan, apalagi dipermainkan! Asal kita setia dan taat kepada-Nya Ia akan hadir dengan segala otoritas-Nya!


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 RENUNGAN HARIAN KRISTEN "DI DALAM PALUNGAN"


"Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya." (1 Yohanes 4:9)
Bacaan Alkitab Setahun Mazmur 25 ; Lukas 1 ;Ayub 29-31
Mengapa Allah memilih palungan sebagai tempat tidur bagi bayi Yesus? Pertama, palungan merupakan simbol kerelaan Allah untuk bersentuhan dengan kejijikan dunia ini, yaitu dosa manusia. Palungan adalah tempat menaruh makanan binatang yang penuh bakteri, dan bukan tempat yang tepat untuk meletakkan bayi yang membutuhkan tempat steril. Kedua, palungan merupakan simbol bahwa Allah datang untuk semua manusia tanpa memandang status.
Palungan menjadi tanda dari Allah bagi para gembala (orang-orang yang statusnya paling rendah) bahwa Mesias yang dijanjikan telah datang. Dua simbol tentang palungan tersebut menghasilkan satu kesimpulan penting, yaitu bahwa hati Allah adalah hati yang penuh kasih. Hati yang penuh kasih itulah yang menyebabkan keselamatan umat manusia menjadi mungkin. Tanpa hati yang penuh kasih, keselamatan umat manusia hanyalah mimpi yang mustahil terwujud.
Sebuah lagu Natal berjudul "Di Dalam Palungan" (KPK 94) dengan tepat menggambarkan besarnya kasih Allah. Lagu itu dimulai dengan perkataan, "Selain palungan, tidak ada tempat yang lain untuk Yesus berbaring." Itulah situasi Natal yang sesungguhnya. Hanya ada palungan dan palungan itu menjadi bukti kebesaran kasih Allah.
Jika Natal menjadi peristiwa nyata karena hati Allah yang penuh dengan kasih, bukankah Natal seharusnya membuat kita lebih mengasihi Allah dan sesama? Natal hanya akan menjadi tradisi belaka jika kita tidak menjadi semakin mengasihi Allah. Natal tidak lebih dari sekedar hari raya keagamaan jika tidak mendorong kita untuk lebih mengasihi sesama. Oleh karena itu, mintalah agar Allah memenuhi kita dengan kasih-Nya dalam Natal tahun ini.

NATAL BUKAN HANYA HARI RAYA, TETAPI BUKTI KASIH TERBESAR ALLAH KEPADA MANUSIA.

Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 RENUNGAN HARIAN KRISTEN "PENTINGNYA MENATA HATI"

Sunday, 13 December 2015
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23)
Seringkali kita mencoba untuk berbahagia,
padahal hati kita sedang pedih seperti diiris.
Seringkali kita mencoba untuk tampil bebas,
padahal hati kita sedang banyak beban.
Seringkali kita mencoba untuk menganggap tiada luka,
padahal luka di hati kita terus menganga.
Pada saat kita ditolak, diremehkan, dihina, diabaikan,
Kita begitu merasa terluka didalam hati.
Ditambah lagi dengan rasa iri, persaingan, kebencian, dendam, amarah, merasa tersingkir, dsb..
Akan menimbulkan luka yang sangat dalam dan menumpuk dalam hati kita.
Lalu apa yang harus kita perbuat?
Datang pada Tuhan Yesus, 
Jujurlah dengan isi hatimu sendiri,
Dan minta Tuhan Yesus yang sembuhkan semuanya. 
Cepatlah minta ampun pada-Nya.
Sebab hati yang luka juga akan melukai orang lain.
Ketika hati sedang terluka, kita cenderung akan mudah marah dan bersikap kasar kepada orang lain.
Cepat dibereskan.
Tuhan melihat hati, 
Tuhan memilih HATI YANG BERSIH, bebas dari semua luka dan kebencian.


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 RENUNGAN HARIAN KRISTEN "MENCARI DAMAI"

"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Lukas 2:14)
Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 24; 1 Korintus 15; Ayub 27-28
Salah satu peristiwa yang terjadi pada saat Natal pertama di bumi adalah bala tentara surga memuji Allah, katanya : "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Dari situ kita bisa melihat bahwa kedamaian di bumi sudah dinyatakan sejak Yesus dilahirkan ke dalam dunia ini. Namun, banyak dari Anda yang bertanya-tanya, "Dimanakah kedamaian" itu?
Billy Graham dalam buku renungan yang ditulisnya, Hope for Each Day, menyatakan kedamaian tinggal di dalam hati semua orang yang telah memercayai kasih karunia-Nya. Lebih lanjut diungkapkannya bahwa jika dunia telah memercayai Kristus, maka dunia juga memiliki damai. Namun seperti diketahui, dunia kita terus-menerus dirusak oleh perang dan ketidakpuasan.
Manurut Billy Graham, perang yang paling merusak dunia ini bukanlah perang antarbangsa, tetapi melainkan perang antara kita dan Allah, dimana kita berkeras untuk berontak terhadap otoritas-Nya dan dengan berani menjalankan kehidupan terpisah dari-Nya.
Yesus hadir memulihkan keadaan ini. Dia mengakhiri perang antara pencipta dengan ciptaaan-Nya. Saat kita menerima Kristus sebagai Tuhan kita maka perang itu pun usai. Sekejap berakhirnya perang tersebut maka kedamaian antara kita dengan Allah, kita dengan diri kita, dan kita dengan sesama kita pun langsung dapat kita rasakan dan alami.
Pertanyaannya sekarang, sudahkah perang berakhir di dalam kehidupan Anda ? Jika belum, maukah Anda menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat dan merasakan kedamaian sejati? Jawaban dan keputusan kini ada di tangan Anda.
KEDAMAIAN SEJATI HANYA DAPAT ANDA TEMUKAN SAAT ANDA MENERIMA YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMAT DAN MEMBERI-NYA RUANG TINGGAL DI DALAM HATI ANDA.

Tuhan Yesus Memberkati


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 RENUNGAN HARIAN KRISTEN "MENELADANI KRISTUS DAN MELAYANI SESAMA MANUSIA"

Saturday, 12 December 2015
“Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang“, (Matius 20:28).
Hari Natal bagi umat Kristen merupakan perayaan lahirnya Yesus sang juru selamat dan penebus dosa umat manusia yang menjadi teladan dari sebuah kesempurnaan hidup surgawi. Natal biasanya di isi dengan berbagai macam kegiatan yang penuh keceriaan seperti belanja maupun berkumpul bersama sanak famili.
Namun, Esensi Natal seyogianya tidak hanya berisi kesenangan lahiriah semata dimana umat manusia begitu berbahagia dalam rangkaian penyambutan dan peringatan lahirnya sang raja damai, namun selain itu ada pesan nyata yang disampaikan oleh Kristus bahwa melayani sesama manusia adalah bagian dari pekerjaan-Nya datang kedunia. Kita diharuskan menjadi saluran berkat bagi orang lain (Blessed to be Blessing) sebab kita telah diberkati terlebih dahulu.
Tuhan Yesus telah terlebih dahulu datang sebagai pelayan bagi umat manusia. Oleh karena itu hendaknya kita sebagai anak-anak Tuhan juga meneladani Kristus dan rela menolong dan melayani sesama manusia sebagai wujud syukur karena kita telah diselamatan dan sebagai aplikasi dalam hidup berbangsa dan bernegara. Hal itu patut dikerjakan oleh umat manusia yang percaya dan menerima Kristus sebagai juru selamatnya.
Banyak hal dapat di lakukan menjelang Natal terlebih dalam melayani dan menolong sesama manusia. Jangan hidup hedonis dan mementingkan diri sendiri sebabg begitu banyak kaum tertindas, kaum papa bahkan korban bencana alam disekitar kita yang sangat membutuhkan pertolongan, oleh karena itu mari ulurkan tangan kita untuk membantu mereka.
Salah satu kegiatan positif dalam menolong dan melayani sesama manusia adalah dengan memperhatikan anak jalanan. Begitu banyak anak jalanan disekitar kita bahkan di pinggir-pinggir jalan yang sangat membutuhkan pertolongan kita. Mereka memerlukan pertolongan bagi jiwa mereka yang tidak mempunyai arah dan tujuan. Selain itu membentuk komunitas bagi mereka akan sangat bermanfaat.
Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah berbaur dengan pengungsi yang sedang tertimpa bencana alam. Dan terkhusus untuk daerah saya Sumatera Utara saat ini sedang terjadi bencana gunung meletus yaitu gunung Sinabung dan banjir yang melanda beberapa kabupaten di SUMUT, tentunya mereka memerlukan tangan-tangan yang bersedia berbagi cerita dan memberi pertolongan bagi mereka.
Dan yang terakhir sebuah kegiatan positif menjelang Natal dan Tahun baru adalah menjalin kebersamaan dan silaturahmi dengan warga yang berbeda agama dan keyakinan. Hal ini penting bagi rakyat Indonesia yang pluralis dan hidup ditengah beragam suku bahasa dan agama. Hal ini diharapkan dapat menjauhkan hal-hal negatif yang dapat memecah dan merusak persatuan bangsa. Dan dengan kegiatan positif yang bermanfaat akan memberi dampak bagi banyak orang yang membutuhkan pelayanan dan pertolongan sehingga kegiatan-kegiatan positif lebih bermanfaat dalam mencapai kehidupan yang lebih baik daripada sekedar hura-hura.
Momentum menjelang Natal dan Tahun baru tidak hanya sebagai ajang belanja dan foya-foya melainkan dapat dijadikan sebagai pijakan dalam memperhatikan kondisi anak jalanan dan korban bencana yang kehidupannya masih belum layak. selain itu bermisi Holistik juga penting dan menjalin silaturahmi. Maka dari itu mari melihat kondisi mereka dan mengulurkan tangan bagi mereka, sehingga kita sebagai anak-anak Tuhan yang telah menerima berkat anugerah keselamatan dapat menjadi saluran berkat juga bagi orang lain (Blessed to be Blessing). Salam damai Natal.

TUHAN YESUS MEMBERKATI
Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 LANGIT YANG MENCERITAKAN

Thursday, 10 December 2015
"Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya." (Mazmur 19:2)
Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 25; Lukas 1; Ayub 29-31
Tidak butuh waktu lama memandang langit malam untuk mengagumi keajaiban karya tangan Allah yang mempesona. Hamparan galaksi yang luar biasa luas dan kumpulan kabut dari Bima Sakti, galaksi kita sendiri, mengingatkan kita akan karya penciptaan dan pemeliharaan Yesus yang menajubkan, yang oleh-Nya segala sesuatu ada pada tempat-Nya (Kolose 1:16-17). Kita semua seakan menempati tempat duduk terdepan di dalam suatu teater yang menayangkan kuasa penciptaan dari Allah.
Namun pertunjukkan malam yang kita alami tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kemuliaan yang Allah tunjukkan ketika Dia mengutus Putra-Nya turun ke bumi. Ketika gembala-gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka, tiba-tiba langit menjadi terang benderang oleh sejumlah malaikat yang memuji Allah dan berkata "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi!" (Lukas 2:14). Bahkan orang Majus dari tanah asing pun datang dan menyembah Sang Raja ketika Allah meletakkan bintang yang bersinar sangat terang di sisi timur yang memimpin mereka ke Betlehem.
Walaupun "langit menceritakan kemuliaan Allah" pada waktu malam (Mazmur 19:1), tidak pernah dan tidak akan pernah lagi teater alam semesta begitu disemarakkan oleh kemuliaan Allah seperti pada saat diumumkan bahwa Sang Pencipta alam semesta begitu mengasihi kita sehingga Dia mau datang ke planet ini untuk menyelamatkan kita dari dosa. Oleh sebab itu, bila suatu hari nanti Anda melihat ke atas lagi dan mengagumi bintang-bintang di angkasa, ingatlah bahwa Allah sangat mengasihi Anda !

KEMULIAAN KASIH ALLAH YANG MENAKJUBKAN BAGI KITA DINYATAKAN MELALUI KEDATANGAN YESUS.
Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 POHON YANG BAIK DIKENAL DARI BUAHNYA

Thursday, 19 June 2014
SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

"Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal." (Matius 12:33)

William James, seorang filsuf agama dan psikolog dari Amerika mengatakan bahwa kebenaran sebuah pengalaman keagamaan hanya dapat dilihat melalui kriteria empiris. Artinya, apakah seseorang benar-benar mengalami perjumpaan dengan Tuhan atau bohong, sikap hidup sehari-harinya yang akan menunjukannya. Kalau seseorang menunjukan tutur kata dan sikap hidup yang positif dan kreatif maka pengalamannya akan Tuhan harus diterima sebagai kebenaran. Tetapi apabila tutur katanya busuk dan sikap hidupnya negatif dan tidak kreatif, pengalamannya akan Tuhan patut diragukan bahkan patut dianggap sebagai kebohongan.

Nas di atas diucapkan oleh Tuhan YESUS terhadap orang-orang yang disebut ular beludak. Ular beludak adalah ular yang sangat berbisa dan sangat licik menipu korbannya; kelihatan lembut, pemalu, dan jinak, tetapi sesungguhnya ular itu sangat ganas dan berbisa. Nas ini pada intinya berbicara tentang hati nurani. Orang yang memiliki hati nurani yang baik, niscaya akan bertutur kata dan bersikap yang baik. Sebaliknya orang yang bertutur kata busuk dan bersikap jahat memiliki hati nurani yang jahat. Jadi, hati nurani seseorang dapat dikenal dari kata dan perbuatannya.

Nas ini mengingatkan kita untuk menghindari sifat dan sikap ular beludak yang munafik dan licik. Tanggung jawab moral, etika, spiritual, dan intelektual kita sebagai orang Kristen adalah menunjukan bahwa kita memiliki pengalaman akan Tuhan yang benar dan memiliki hati nurani yang baik. Itu semua hanya akan terbukti benar, bukan bohong, apabila kita menjadi orang baik, dalam tutur kata dan sikap hidup.

DOA: 
"Ya Tuhan, aku ingin menjadi orang baik, tolonglah aku ya Tuhan, Amin."


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 TUHAN, DENGARLAH HARAPANKU

SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Baca Firman TUHAN di 1 Yohanes 4:11,19 

Selembar koran tercecer di depan rumahku. Di salah satu halaman koran tersebut tertera tulisan yang cukup besar, Semoga Harapanmu Menjadi Kenyataan. Setelah kuperhatikan, ternyata halaman itu memang khusus disediakan bagi mereka yang hendak menuliskan harapannya di sana. Tulisan-tulisan tersebut tentunya tidak hanya sekadar tulisan, melainkan juga sekaligus merupakan doa yang dipanjatkan kepada Tuhan. Banyak harapan yang dituliskan, tapi di antara semua tulisan, ada satu tulisan yang paling menarik hatiku. Tulisan itu berasal dari seorang remaja yang menuliskan demikian, Tuhan, aku sering mendengar tentang Engkau, namun aku tidak pernah melihatMu, apalagi mengenalMu. Aku mendengar orang-orang mengatakan bahwa malam ini Engkau datang dan menjelma menjadi manusia sehingga Engkau bisa merasakan apa yang dirasakan oleh manusia.

Mereka juga berkata bahwa kedatanganMu akan membawa sukacita dan Engkau akan mendengar setiap permohonan. Tuhan, jika itu benar, dengarkanlah harapan dan permohonanku. Aku ingin memiliki ayah. Aku sudah lama mengharapkan ini, tapi aku belum mendapatkannya. Di rumah aku hidup bersama ibu dan seorang laki-laki yang seharusnya bisa kupanggil ayah. Tetapi aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah darinya. Yang ada hanyalah tatapan kebencian setiap kali ia melihatku, dan ia hampir tidak pernah menyapaku. Ia memang membiayai hidup ibu dan aku, tetapi aku harus membayar semua itu dengan cercaan, aniaya, dan air mata. Aku tahu ia tidak menginginkanku, karena aku anak tiri. Tuhan, lihatlah hatiku betapa aku sangat mendambakan kasih sayang seorang ayah. Aku membutuhkan ayah yang mengasihiku dengan tulus. Aku dapat merasakan penderitaan batin yang dirasakan oleh si penulis harapan tersebut, karena aku pun mempunyai ayah tiri. Walaupun banyak ayah tiri yang berhati mulia dan mengasihi anak tirinya seperti anak kandung, namun pengalamanku sama dengan si penulis harapan di atas. Aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah, tapi aku terus menjalani hidupku. Hingga akhirnya ayah tiriku menjadi tua dan tak berdaya. Dulu aku berjuang dan berharap untuk mendapatkan kasih sayangnya, walau aku tidak mendapatkannya.

Di masa tuanya aku berjuang untuk bisa mengasihinya. Aku tidak benci ataupun dendam padanya. Semua ini bisa kulakukan karena aku sudah terlebih dahulu mengenal kasih Bapa sorgawi yang dinyatakan melalui kedatangan anakNya Yesus Kristus. Bagi kita yang saat ini begitu mendambakan kasih sayang seorang bapa, ingatlah bahwa kita mempunyai Bapa di Sorga yang mengasihi kita tanpa syarat. Ia telah menyatakan kasihNya dengan mengutus Sang Putra Yesus Kristus agar kita bisa datang kepada Bapa. Kini giliran kita untuk mengasihi dan memberikan pengampunan kepada sesama.

DOA : 
"Bapa di Sorga, begitu besar kasihMu padaku. Ketika aku tidak mendapatkan kasih dari manusia. Aku memperolehnya dariMu. Dalam nama Yesus. Amin."


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 MENGGEMBALAKAN DOMBA YESUS

SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Baca Firman TUHAN di Yohanes 21:15-19

"Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? ... "Gembalakanlah domba-domba-Ku" (Yohanes 21:17)

Apa yang membuat kita tetap bertahan melayani Tuhan di gereja dan komunitas kita saat terjadi situasi yang sukar? Kita mungkin peka terhadap kebutuhan orang lain, tetapi itu tidak cukup. Kita juga tidak boleh membiarkan diri dikendalikan oleh kebutuhan kita, yakni keinginan untuk dihargai dan dicintai orang lain. Hanya Allah yang dapat me-menuhi kebutuhan kita yang amat besar itu. Semakin kita mencoba memuaskan kebutuhan kita dengan cara apa pun, bahkan dengan pelayanan sekalipun, kita malah semakin tidak puas.

Bahkan kasih kepada umat Allah, yang adalah domba-domba-Nya, takkan membuat kita bertahan. Masalahnya, terkadang manusia kehilangan kasih dan tidak tahan uji. Kita bahkan bisa membuat mereka kecil hati.

Satu-satunya pendorong yang cukup bagi pelayanan kita adalah kasih kepada Tuhan dan kasih Kristus yang menguasai kita (2Korintus 5:14). Tak ada motivasi lain. Dalam buku My Utmost for His Highest, Oswald Chambers menulis, "Jika kita melayani demi manusia, kita akan mudah jatuh dan patah hati, ... tetapi jika motivasi kita untuk melayani Allah, kita akan selalu melayani sesama dengan penuh rasa syukur."

Dalam salah satu percakapan terakhirnya dengan Petrus, Yesus bertanya kepadanya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Petrus menjawab, "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Lalu Yesus berkata, "Gembalakanlah domba-domba-Ku" (Yohanes 21:17) .

"Apakah Anda termotivasi oleh kasih kepada Kristus?" -- David Roper

MENGASIHI KRISTUS BERARTI MELAYANI DIA


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 APA ITU DOA ORANG BERDOSA

SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Doa orang berdosa adalah doa yang didoakan orang kepada Tuhan saat mereka menyadari bahwa mereka adalah orang berdosa dan membutuhkan Juruselamat. Sekedar mengucapkan doa orang berdosa tidak akan menghasilkan apa-apa. Doa orang berdosa hanya bermanfaat jikalau doa itu dengan sungguh-sungguh mengungkapkan apa yang diketahui, dimengerti dan dipercaya oleh orang tsb mengenai dosanya dan kebutuhannya untuk diselamatkan. 

Aspek pertama dari doa orang berdosa adalah pengertian bahwa kita semua adalah orang-orang berdosa. Roma 3:10 mengatakan, “Seperti ada tertulis: Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” Alkitab sangat jelas bahwa setiap kita sudah berdosa. Kita adalah orang-orang berdosa yang membutuhkan belas kasihan dan pengampunan dari Tuhan (Titus 3:5-7). Karena dosa kita, kita pantas menerima hukuman kekal (Matius 25:46). Doa orang berdosa adalah permohonan untuk mendapatkan anugrah dan bukannya penghakiman. Ini adalah doa untuk mohon belas kasihan dan bukannya murka.

Aspek kedua dari doa orang berdosa adalah mengetahui apa yang Tuhan sudah lakukan untuk memperbaiki kondisi kita yang berdosa dan terhilang. Allah datang menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus (Yohanes 1:1, 14). Yesus mengajar kita kebenaran mengenai Allah dan hidup dalam kebenaran yang sempurna dan tidak berdosa sama sekali (Yohanes 8:46, 2 Korintus 5:21). Yesus kemudian mati di salib menggantikan kita, menanggung hukuman yang sepantasnya kita tanggung (Roma 5:8). Yesus bangkit dari kematian membuktikan kemenanganNya atas dosa, kematian dan neraka (Kolose 2:15, 1 Korintus 15). Karena semua ini, dosa-dosa kita diampuni dan kita dijanjikan rumah kekal di Surga, kita kita bersedia menaruh iman kita kepada Yesus Kristus. Satu-atunya yang kita perlu lakukan adalah percaya bahwa Dia mati menggantikan kita dan bangkit kembali dari antara orang mati (Roma 10:9-10). Kita diselamatkan semata-mata karena anugerah belaka, melalui iman di dalam Yesus Kristus. Efesus 2:8 mengatakan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”

Mengucapkan doa orang berdosa adalah sebuah cara untuk memberitahu Tuhan bahwa Anda bersandar pada Yesus Kristus sebagai Juruselamatmu. Di dalamnya tidak ada kata-kata “ajaib” yang dapat menghasilkan keselamatan. Hanya iman kepada kematian dan kebangkitan Yesus yang dapat menyelamatkan kita. Jika Anda mengerti bahwa Anda adalah orang berdosa dan membutuhkan keselamatan melalui Yesus Kristus, berikut ini adalah sebuah doa orng berdosa yang dapat Anda doakan kepada Tuhan, “Tuhan, saya tahu saya adalah orang berdosa. Saya tahu bahwa saya pantas menerima akibat dari dosa-dosa saya. Namun demikian, saya percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat saya. Saya percaya bahwa kematian dan kebangkitanNya menyediakan pengampunan bagi saya. Saya percaya kepada Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamatku. Tuhan, terima kasih untuk menyelamatkan dan mengampuni saya! Amin!”


Temukan saya di :

TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 MOVING TO THE NEXT LEVEL

SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

"Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepadanya." (Mazmur 37:23)

Hidup adalah suatu perjalanan menuju kedewasaan. Semua yang ada di sepanjang perjalanan itu adalah bagian dari suatu proses. Pada saat Anda melangkah memasuki tingkatan-tingkatan yang berbeda dari hidup ini, Anda akan mendapat pengetahuan baru dan pengalaman baru. Sewaktu Anda terus maju melangkah, Anda sedang membuat suatu pijakan pada tingkat kedewasaan yang lebih tinggi.

Albert Einstein berkata: "You cannot master a problem at the level where it was created." Anda tidak bisa menguasai suatu permasalahan jika Anda masih berada pada tingkat di mana permasalahan itu terjadi. Artinya, untuk keluar dari suatu masalah, Anda harus melangkah supaya Anda berada pada tingkat yang lebih tinggi dari masalah itu.

Krisis sesungguhnya adalah sesuatu yang positif. Krisis akan mendesak Anda untuk naik ke tingkat berikutnya. Tetapi Anda sendiri perlu beranjak untuk bisa naik ke tingkat berikutnya. Ini yang disebut moving to the next level.

Tuhan merancang perubahan sebagai suatu proses, bukan sesuatu yang instan. Tuhan jauh lebih tertarik pada perjalanan kita, sebab dalam perjalanan itulah kita mengalami proses perubahan yang membentuk karakter kita. Perjalanan Anda jauh lebih penting daripada hasil akhirnya.

Dan yang membuat Anda bisa berubah adalah firman Tuhan. Karena itu Anda harus menjadi orang yang mencintai firman, yang mau ambil waktu untuk merenungkan dan memperkatakan firman siang dan malam, maka firman akan membuat langkah-langkah dan perjalanan Anda berhasil (Yosua 1:8).

Seorang pengkhotbah besar, Edwin Cole menyatakan: "Perubahan adalah satu-satunya hal yang konstan di dalam hidup ini. Perubahan adalah esensi dari kedewasaan." Orang Kristen yang tidak mau berubah, tidak akan pernah bertumbuh dewasa.

Nah, bagaimana caranya berubah? Perubahan hanya dapat terjadi pada saat Anda bersedia mengkonfrontasikan keberadaan yang sesungguhnya mengenai diri Anda dengan kebenaran firman Tuhan. Dengan cara ini, Anda akan tahu dengan jelas di mana posisi Anda dibandingkan dengan firman yang Anda baca. Apakah hidup Anda sudah sesuai firman atau belum. Area mana dalam hidup Anda yang perlu diubah. Inilah cara untuk bergerak ke tingkat berikutnya.


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 APAKAH KITA SUDAH MEMPERSEMBAHKAN YANG TERBAIK

SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Menurut definisinya, persembahan diberikan kepada Allah atas dasar kerelaan, bukan untuk memenuhi persyaratan hukum. Persembahan adalah suatu cara kita mendekat kepada Allah dengan tujuan untuk memungkinkan Ia melakukan sesuatu demi kita. Sebagai contoh, kita tidak dapat mengatasi masalah dosa pribadi, tetapi Allah sanggup. Pada zaman Alkitab, persembahan korban dilakukan untuk menghapus dosa-dosa. 

Pada Kejadian 3:21, manusia telanjang tanpa daya karena dosanya sendiri, tanpa ada cara untuk menutupi ketelanjangannya. Allah membunuh binatang dan menutup-bungkus mereka dengan kulit. Dibutuhkan darah binatang untuk menutupi ketelanjangan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa.

Ada berbagai jenis korban persembahan di Perjanjian Lama. Korban penghapus dosa, korban bakaran, korban syukur pada Allah, korban pendamaian. Setelah mempersembahkan korban pendamaian, dagingnya dimakan dalam sebuah jamuan perjanjian bersama orang-orang yang mempersembahkan korban tersebut. Yesus adalah pemenuhan dari semua jenis korban persembahan, terutama korban pendamaian. Ialah damai kita (Efesus 2:14), dan tubuhNya dimakan setiap kali kita merayakan perjamuan kudus bersama-sama.

Persembahan tentu saja menuntut pengorbanan dari kita. Daud berkata, “Aku tidak mau mempersembahkan kepada Tuhan, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa” (2 Samuel 24:24). Dalam persembahan kita memberi sesuatu yang berharga untuk memperoleh sesuatu yang lebih berharga.

Allah Bapa adalah contoh yang tertinggi dari hal ini. Bapa memutuskan untuk memberikan anakNya (sesuatu yang berharga) untuk mati di kayu salib demi sesuatu yang lebih berharga: keselamatan kita. Hati dan sifat Bapalah yang menyerahkan yang terbaik demi menebus semua umat manusia.

Apakah kita sudah mempersembahkan hal-hal yang terbaik kepada Tuhan semenjak kita memutuskan menjadi pengikutNya? Apakah Anda sudah menyalurkan berkat yang Anda miliki untuk mendukung pekerjaan Tuhan? Anda dapat mendukung pemberitaan tentang kasih Tuhan di bangsa ini, dengan membagikan Firman Tuhan ini. Persembahkan hal yang terbaik kepada Tuhan karena hal itu menyenangkanNya.


Temukan saya di :

TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 PEMBARUAN PIKIRAN MEMBUKA JALAN BAGI TUHAN

SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Yohanes 5:37
"Dan tidak ada seorangpun akan menuang anggur baru ke kantung anggur lama. Jika ia melakukannya, anggur yang baru itu akan memecahkan kulit kantung itu, anggur baru akan terbuang dan kantung anggur itu akan rusak." (And no one pours new wine into old wineskins. If he does, the new wine will burst the skins, the wine will run out and the wineskins will be ruined. - NIV)

Barang-barang yang terbuat dari kulit asli seperti sepatu atau tas, memerlukan perawatan khusus agar tetap bagus, tidak pecah dan kaku. Pada jaman Yesus, penyimpanan minuman anggur menggunakan kantung dari kulit lembu, kambing atau domba. Minuman anggur mengandung alkohol yang bersifat mengeringkan, menarik kandungan air dan kelembaban dari sekitarnya. Akibatnya, kantung anggur yang sudah lama dipakai akan menjadi kaku dan kering. Ke dalam kantung anggur seperti itu, tidak bisa dituangkan anggur baru karena kantung yang sudah keras dan kaku itu akan pecah. Anggur yang baru harus dituangkan ke kantung yang baru, yang lentur, fleksibel dan tahan terhadap kekuatan alkohol dari anggur yang baru.

Di dalam kiasan ini, kantung anggur melambangkan pola pikir. Anggur baru adalah semua janji kebesaran dan kemenangan yang Tuhan ingin tuangkan ke dalam kehidupan kita. Melalui perumpamaan ini, Yesus mengatakan kepada kita untuk terus memperbaharui pikiran, karena tanpa pembaharuan pikiran, Tuhan tidak bisa mencurahkan semua yang baik bagi kita.

Semua manifestasi janji kebesaran Tuhan seperti terobosan finansial, keselamatan keluarga, kesehatan emosi dan perubahan karakter; tidak terjadi sampai pola pikir kita mengenai hal itu sejalan dengan apa yang Tuhan katakan. Bahkan untuk seseorang mengalami kelahiran baru pun mengandalkan satu prinsip dasar ini.

Kelahiran baru sebenarnya adalah detik-detik spesial di mana hadirat Tuhan datang dan Roh Kudus menginsyafkan kita. Pola pikir lama kita yang masih suka dosa, diganti dengan pola pikir baru, menjadi kantung anggur baru yang mengerti bahwa Tuhan benci dosa dan ingin berkomitmen menyenangkan Dia selamanya. Akibat pergantian pola pikir ini, hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan. Dan akibat pemulihan hubungan ini, berkat-berkat-Nya tersedia untuk kita.

Efesus 1:3
"Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga."

Dengan kata lain, kehidupan ke-Kristenan kita adalah suatu perjuangan besar untuk mengubah pola pikir dunia kita menjadi sama dengan firman-Nya seperti dikatakan oleh Roma 12:2; "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Perjuangan ini dijelaskan rasul Paulus di 2 Korintus 10:4-5: "..... karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, ..." Ini memerlukan disiplin dan kerja keras sampai maranatha, sebab yang menghalangi kita bertumbuh adalah pola pikir kita sendiri.

Tuhan sudah mengerjakan bagian-Nya dengan menebus kita dari kuasa Iblis dan memberikan kuasa untuk kita mendapatkan janji-janji-Nya (2 Petrus 1:3-4). Sekarang, giliran kita yang seharusnya rajin memprogram ulang pikiran kita. Pembaharuan pikiran sesuai firman Tuhan membuat kita berada pada posisi yang benar untuk menjadi bejana yang tepat bagi kegerakan Roh Kudus. Ketahui status Anda di dalam Kristus, sebab hanya di dalam Kristus semua janji yang begitu besar dan berharga itu tersedia bagi setiap orang percaya.


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 JANGAN MENAHAN KESABARAN

SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Tidak semua orang bisa menerapkan kesabaran itu secara utuh. Dan sering kali kesabaran itu hanya terucap di bibir saj tanpa adanya tindakan yang nyata. Seseorang yang lebih memilih untuk menahan kesabarannya karena ingin melakukan segala sesuatu dengan lebih cepat, maka tidak akan membuahkan hasil yang baik.

Seorang pengendara motor mengalami kecelakaan karena dia tidak mampu untuk bersabar dalam waktu 5 detik. Dia pun harus mengalami kerugian yang sangat besar dan juga luka-luka di tubuhnya membutuhkan waktu lama untuk pemulihan.

Jangan pernah menahan kesabaran dan biarkan kesabaran itu tetap pada porsinya. Jika memang kita harus bersabar dalam waktu yang lama, maka lakukanlah itu. Sebuah kesabaran itu memiliki upahnya sendiri dan Tuhan yang berhak memberikannya kepada kita.

Tidak ada detik-detik kesabaran yang berlalu begitu saja. Tidak ada kesabaran yang sia-sia karena semua memiliki arti dan juga akan menghasilkan buahnya sendiri. Orang yang hidup dalam kesabaran akan penuh dengan kasih karunia dari Tuhan.

"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." (Amsal 16:32)


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 IRI HATI YANG MENJADIKAN TIDAK SUKSES

SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

“Inilah sifat alami manusia: Setiap manusia ingin sukses namun mereka membenci orang yang sukses”, demikian ditulis dalam sebuah artikel. Saya tidak tahu kebenaran kalimat ini. Tetapi satu hal yang saya tahu bahwa kita secara tidak sadar menolak apa yang kita benci. Kalau kita membenci orang yang sukses, maka kesuksesan akan menjauh dari diri kita juga.

T. Harv Eker, penulis buku terkenal “Secrets of The Millionaire Mind” (Rahasia-Rahasia Pemikiran Jutawan) menulis bahwa setiap kita mempunyai financial blueprint atau cetak biru keuangan. Ini yang menyebabkan ada orang yang kalau pegang sesuatu, mudah sekali menjadikannya uang atau aset dan makin bertambah kaya. Sebaliknya ada orang-orang yang meski pun menang lotere dalam jumlah besar, dalam waktu tidak lama uangnya habis.

Orang yang pertama memang mempunyai financial blueprint yang positif: dia menyukai uang, menyukai kekayaan dan dia merasa bahwa dengan menjadi kaya dia dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

Sebaliknya orang yang menang lotere memiliki financial blueprint yang negatif. Dia merasa uang itu jahat dan dosa. Orang yang kaya itu serakah. Akibatnya, dia merasa tidak nyaman saat memiliki uang yang banyak. Karena itu tanpa disadarinya, dia ingin uang yang dimilikinya segera habis. Dalam pikiran bawah sadarnya, dia membenci uang, kekayaan dan orang kaya meski pun di sisi lain dia juga membutuhkan uang dan ingin sukses.

Lalu bagaimana sikap kita yang benar? Saat melihat orang lain sukses, ikutlah bergembira. Itu akan membuat kita secara psikologi merasa nyaman dengan kesuksesan. Selidiki, apa yang menyebabkan orang ini sukses dan belajarlah kepadanya. 

Ungkapkan kekaguman dan rasa sukacita kita secara tulus kepada teman kita yang sukses maka biasanya teman itu dengan senang hati memberi kita tips-tips untuk menjadi sukses. Pada umumnya orang yang benar-benar sukses suka berbagi kesuksesannya dengan orang lain. Dengan cara bergaul dengan orang-orang yang sukses, kita akan menjadi sukses. Kita menyerap nilai-nilai, semangat, cara pikir, pola pandang dan sikap yang dimiliki teman-teman kita yang sukses. Doakan dan berkati teman yang sukses. Dengan cara demikian kita akan menarik kesuksesan mendatangi hidup kita pula.

Sebaliknya jika kita iri hati, tentunya akan terpancar melalui sikap dan bahasa tubuh kita. Teman yang sukses pun tidak suka berdekatan dengan kita. Kita tidak bisa belajar sesuatu. Kita kehilangan keteladanan, kesempatan dan bimbingan untuk menjadi sukses. Kita akan terpuruk di tempat yang sama selamanya.

Tanamkan dalam hati bahwa setelah teman kita diberkati, maka giliran selanjutnya adalah bagian kita untuk sukses. Selama menantikan kesuksesan tiba, kita mengerjakan bagian kita dengan cara yang terbaik serta sikap antusias. Kalau kita sudah mengerjakan bagian kita maka Tuhan pun akan mengerjakan bagianNya: memberikan kesuksesan bagi kita. Dan jangan lupa bahwa Tuhan ingin kita sukses agar kita dapat menjadi berkat bagi orang-orang di sekeliling kita. Melalui kesaksian hidup kita, orang-orang akan menyadari betapa baik dan dahsyatnya Allah kita!
.
Hati yang tenang menyehatkan badan; Iri hati bagaikan penyakit yang mematikan.


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 DOA ITU MENUNTUN BERKAT

SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Ada seorang ibu yang harus tetap mencari pekerjaan sambilan walaupun dia telah seharian bekerja sebagai pelayan di restoran. Uang masuk sekolah anaknya membuatnya harus terus melakukan pekerjaan lebih. Rasanya memang lelah namun ia tak menyerah.

Setiap malam dia selalu berdoa kepada Tuhan agar uang sekolah anaknya dapat segera terpenuhi. Hari itu setelah ia pulang dari bekerja di restoran, dia harus segera menuju sebuah rumah sebagai tukang cuci. Dalam perjalanannya menuju ke sana, bus yang dia tumpang mogok.

Ibu ini memilih untuk berjalan kaki agar segera sampai ditujuan. Namun kenyataannya sangatlah berbeda. Dia tersesat. Diapun menangis karena hingga malam tiba dia masih belum bisa menemukan rumah tujuannya itu. Hujan pun tiba-tiba turun dengan derasnya.

Dia melihat ada seorang anak kecil menangis di bawah pohon. Anak itu tersesat dan dia berusaha untuk mengantarkannya pulang. Sungguh leganya ketika dia berhasil mempertemukan kembali anak itu dengan orang tuanya. Dia terkejut ketika orang tua anak itu memberikan sekantong uang sebagai tanda ucapan terima kasih. Uang yang dia terima ternyata lebih besar dari biaya untuk uang sekolah anaknya.

Tuhan tidak membiarkan begitu saja jika kita berseru-seru kepada-Nya dalam doa. Setiap doa yang kita naikkan, sesungguhnya telah menuntun kita pada sebuah berkat yang tidak terduga. Mungkin kta berpikir bahwa yang terjadi bukanlah sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Kita harus mengerti bahwa Tuhan mempunyai rencana di dalam hidup kita. Rencana yang lebih indah daripada apa yang telah kita rancangkan sebelumnya. Ketika kita hidup di dalam Tuhan, saat kita menghadapi situasi terburukpun, Tuhan akan menjadikannya berkat.

"Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya." (Mazmur 23:2-3)


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more

0 TERANGILAH DUNIA

SHALOM SAHABAT BLOG SEMUA...

Baca Firman TUHAN di Efesus 5:8-14

"Kamu adalah terang dunia." (Matius 5:14)

Pada suatu malam, putri saya Julie bersama temannya mengendarai mobil dari kampus mereka menuju kota terdekat. Dalam perjalanan, mereka melewati daerah yang sangat gelap karena arus listrik sedang terputus. Rasanya begitu asing dan menakutkan mengendarai mobil melewati daerah yang gelap seperti itu.

Ketika mereka meninggalkan daerah itu, mereka melihat cahaya di depan mereka. Sinarnya bagaikan mercusuar. Dan saat sampai ke sumber cahaya itu, mereka terkejut bercampur senang saat mendapati bahwa satu-satunya cahaya dalam kegelapan itu berasal dari sebuah gereja. Sebuah rumah ibadah sedang menerangi dunia di sekitarnya.

Seperti itu pulalah seharusnya orang melihat kita sebagai orang kristiani. Dalam dunia yang gelap karena dosa, kita diharapkan dapat menjadi terang yang bercahaya dan mengundang orang-orang untuk datang mendekat. Yesus telah membawa kita keluar dari kegelapan, dan Dia mengatakan bahwa kita, para pengikut-Nya, adalah "terang dunia" (Matius 5:14). Oleh sebab itu, sudah seharusnya kita hidup "sebagai anak-anak terang" (Efesus 5:8).

Ini adalah tantangan besar yang harus membuat kita memikirkan secara serius bagaimana kita hidup. Tanyakanlah pada diri Anda sendiri, "Sudahkah saya menjadi terang bagi hidup orang lain? Apakah hidup dan perkataan saya menuntun orang-orang keluar dari kegelapan dan datang kepada terang Yesus?"

"Dunia ini gelap, tetapi kita memiliki terang. Sudahkah kita menerangi sekeliling kita?" -- Dave Branon

HIDUP ANDA DAPAT MEMANCARKAN TERANG ATAU MENGUSIR KEGELAPAN


Temukan saya di :
TUHAN YESUS MEMBERKATI
Read more